Jakarta, CNBC Indonesia – Anjloknya penjualan kendaraan bukan hanya terjadi pada kendaraan roda 4 mobil, namun juga kendaraan roda dua motor. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia, penjualan motor domestik pada Januari – Februari tahun ini mencapai 1.151.343 unit. Sedangkan tahun lalu mencapai 1.190.918 unit, ada penurunan sebesar 39.575 unit.

Pabrikan motor menilai penurunan penjualan sepeda motor secara nasional pada dua bulan awal ini karena beberapa factor, mulai dari kenaikan bahan pokok, kondisi cuaca dan sebagainya. Akibatnya daya beli dan kemampuan masyarakat ikut berpengaruh karena kegiatan ekonomi juga terdampak perubahan cuaca tersebut.

“Harga komoditi sebenarnya masih tinggi tetapi tidak naik, itu pengaruh juga. Jadi yang lebih banyak terpengaruh pulau Jawa sebenarnya, kenapa karena curah hujan tinggi jadi panen tertunda. Kemudian beberapa daerah ada yang terdampak bencana alam, ternyata itu berpengaruh buat kami,” Octavianus Dwi Putro, Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM), Jumat (29/03/2024).

Meski demikian, Ia yakin data penjualan bulan Maret bakal lebih baik dari bulan sebelumnya. Salah satu pendorongnya adalah momentum Lebaran dimana banyak masyarakat membutuhkan kendaraan untuk bermobilitas.

“Kemudian kalau dilihat, itu data AISI, ketika AISI itu kan distribusi, itu tidak turun-turun amat tetapi memang kita mau menyehatkan stok ada juga di situ, stok di market yang mau kita jaga tetapi cukup ketika menjelang lebaran ini. Maret ini rasanya baik kami atau yang lain distribusinya akan lumayan terutama menjelang lebaran,” sebut Octa.

Senada, Executive Vice President Director AHM Thomas Wijaya juga mengungkapkan sejumlah penyebab penjualan motor bisa turun, mulai dari kondisi alam hingga faktor pemilihan umum yang membuat masyarakat menunggu sambil melihat kondisi atau wait and see.

“Kondisi ini terjadi dipengaruhi banyak faktor. Situasi politik terkait dengan pemilu dan kondisi ekonomi di berbagai daerah karena cuaca dan bencana yang terjadi di awal tahun,” ujar Thomas.

Pekerja memindahkan motor kedalam kontainer di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu (20/2/2018). Menurut data AISI penjualan kendaraan roda dua pada Januari 2018 meningkat menjadi 482.537 unit dibanding Desember 2017 lalu yang hanya 415.996 unit dan juga pada Januari 2017 sebesar 473.879 unit. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
Pekerja memindahkan motor kedalam kontainer di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu (20/2/2018). Menurut data AISI penjualan kendaraan roda dua pada Januari 2018 meningkat menjadi 482.537 unit dibanding Desember 2017 lalu yang hanya 415.996 unit dan juga pada Januari 2017 sebesar 473.879 unit. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti secara khusus tren penjualan mobil dan motor yang anjlok drastis pada akhir Februari 2024. Meskipun ia meyakini tingkat konsumsi masyarakat masih sangat baik.

Ia mengatakan, penjualan mobil telah terkontraksi delapan bulan berturut-turut hingga akhir Februari penjualannya minus 18,8% secara tahunan atau year on year. Sementara itu, penjualan sepeda motor telah terkontraksi selama enam bulan berturut-turut hingga ke level minus 2,9%.

“Ini berarti untuk pembelian barang durable goods seperti mobil dan motor mengalami tekanan. Meski, consumer index kuat. Ini yang perlu kita jaga” kata Sri Mulyani saat konferensi pers APBN, Senin (25/3/2024).

Penjualan Motor Awal 2024:

Januari 592.658
Februari 558.685

Penjualan Motor Awal 2023:

Januari 615.416 unit
Februari 575.502 unit

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Skutik Rajai Jalanan RI, Segini Target Penjualan di 2024


(fys/wur)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *