Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis, berdasarkan analisis sampai dasarian III Maret 2024, sebanyak 7% zona musim (ZOM) wilayah Indonesia masuk musim kemarau.

“Wilayah yang sedang mengalami musim kemarau meliputi sebagian Aceh, sebagian Sumatera Utara, Riau bagian utara, sekitar Pangandaran Jawa Barat, sebagian Sulawesi Tengah dan sebagian Maluku Utara,” demikian analisis dinamika atmosfer terbaru yang dirilis BMKG hari ini, Selasa (2/4/2024).

“Suhu rata-rata permukaan berkisar 23-27°C dan diprediksi hingga Dasarian III April 2024 berkisar 22-29°C. Prediksi suhu minimum berkisar 20-24°C dan prediksi suhu maksimum berkisar 26-33°C,” tulis BMKG.

BMKG lalu mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis.

Pemutakhiran 31 Maret 2024 dan berlaku untuk dasarian I April 2024, peringatan dini dikeluarkan untuk wilayah berikut:

Waspada: Aceh, Sumatra Utara

Siaga: Aceh, Sumatra Utara

Awas: Tidak ada.

Perkembangan El Nino

Terkait perkembangan fenomena El Nino, BMKG memprediksi akan terjadi penurunan secara bertahap.

“Hasil monitoring indeks IOD dan ENSO Dasarian III Maret 2024, Indeks Dipole Mode sebesar +0.22 (IOD Netral), sedangkan indeks ENSO sebesar +1.39 (El Nino Moderate),” ungkap BMKG.

“IOD diprediksi pada kategori Netral dan terus bertahan hingga 5 bulan ke depan. Sementara itu, indeks ENSO diprediksi turun secara gradual menuju Netral pada Mei 2024,” tulis BMKG.

Puncak Musim Kemarau

Sebelumnya, BMKG meluncurkan prediksi musim kemarau 2024 pada 699 ZOM di Indonesia.

Sebagian besar wilayah diprediksi mengalami awal musim kemarau tahun 2024 pada bulan Mei hingga Agustus 2024 sebanyak 445 ZOM (63,66%). Jika dibandingkan terhadap normal awalnya, awal musim kemarau 2024 di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mundur yaitu sebanyak 284 ZOM (40,63%).

Selama musim kemarau tahun 2024, sebagian besar daerah diprediksi mengalami sifat hujan normal yaitu sebanyak 358 ZOM (51,22%).

Puncak musim kemarau tahun 2024 di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada bulan Juli dan Agustus 2024 yaitu sebanyak 537 ZOM (77,27%). Jika dibandingkan terhadap normalnya, puncak musim kemarau 2024 di sebagian besar daerah diprediksi sama dengan normalnya yaitu sebanyak 290 ZOM (49,49%).

Sedangkan durasi musim kemarau tahun ini di sebagian besar wilayah diprediksi terjadi selama 3 hingga 15 dasarian yaitu sebanyak 447 ZOM (63,95%). Artinya, bisa berlangsung selama 30 hari sampai 150 hari.

Jika dibandingkan terhadap normalnya, durasi musim kemarau tahun 2024 di sebagian besar daerah Indonesia diprediksi lebih pendek dari normalnya yaitu sebanyak 409 ZOM (58,51%).

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


BMKG Ingatkan Bencana Ini Intai RI, Tandanya Sudah Muncul


(dce/dce)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *