Jakarta, CNBC Indonesia– Direktur Utama PT Pertamina Internasional Shipping (PIS) Yoki Firnandi mengungkapkan bahwa PIS berhasil mengelola potensi resiko kapalnya dengan baik di tengah ketegangan geopolitik yang terjadi di berbagai negara.

Dia menyadari bahwa semakin besar cakupan bisnis akan semakin besar juga risiko yang harus ditanggung. Untuk itu, Yoki menegaskan, PIS harus mampu mengelola armada dengan teknologi yang dimilikinya.

“Banyak kejadian lain. Kami secara reguler mengelola potensi risiko. Kami pernah di Yaman hampir dibajak. Ada mitigasi risiko sehingga bisa dilewati,” ungkap dia dalam Squawkbox CNBC Indonesia, Jumat (5/4/2024).

Mitigasi lain yang berhasil dilakukan PIS adalah saat lolos dari perang di Laut Merah. Di mana menurut Yoki PIS berhasil mengelola risiko tersebut melalui koordinasi dengan banyak pihak.

“Kami berkoordinasi dengan semua pihak agar kapal kami aman. Kalau bicara risikonya, tapi ada opportunity,” lanjut dia.

Untuk diketahui situasi di Laut Merah sempat memanas dampak dari serangan pasukan Houthi, Yaman, ke beberapa kapal yang melewati area tersebut. Hal ini buntut dari pembelaannya terhadap Palestina atas serangan yang dilakukan oleh Israel.

Panasnya situasi laut merah tentunya membuat khawatir dunia sebab perairan tersebut merupakan jalur 12% perdagangan dunia. Tidak terkecuali pasokan barang dan energi seperti minyak mentah yang juga melewati Laut Merah.

Lebih lanjut, Yoki menilai situasi yang memanas di Laut Merah membuat sektor logistik menjadi lebih rumit. Sebab, konflik berkepanjangan di wilayah ini berpotensi mengerek tarif jasa angkutan kapal.

“Tensi geopolitik mempengaruhi perdagangan energi dunia yang seperti contoh Laut Merah, 60% kapal yang lewat sana harus mengalihkan rute dan harus berlayar 40% lebih lama, dan harus berlayar lebih banyak,” pungkas Yoki.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Mantap! PIS Salurkan Dana Rp 2,7 M untuk RS Apung di Sorong


(dpu/dpu)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *