Jakarta, CNBC Indonesia – Raja Yordania Abdullah II mengatakan bahwa negaranya tidak boleh menjadi ‘teater perang regional’ setelah Yordania mencegat beberapa rudal dan drone ketika Iran menyerang Israel pada akhir pekan.

Abdullah memperkuat komitmen negaranya untuk menjunjung tinggi keamanan dan kedaulatan di atas segala pertimbangan lainnya. Dilansir Arab News, dia menekankan tujuan Yordania adalah untuk menjaga kedaulatannya sendiri daripada membela Israel.

Akhir pekan lalu, Yordania termasuk di antara sekelompok negara yang membantu Israel menembak jatuh rudal, roket, dan pesawat tak berawak yang diluncurkan oleh Iran dan sekutunya di Israel.

Sebelumnya pada Selasa (16/4/2024), Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan komunitas internasional harus menghentikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dari “mencuri” perhatian dari Gaza dengan meningkatkan konfrontasinya dengan Iran.

Dalam sambutannya pada konferensi pers dengan timpalannya dari Jerman di Berlin, Safadi mengatakan Iran telah menanggapi serangan terhadap konsulatnya dan telah mengumumkan bahwa mereka “tidak ingin meningkatkan ketegangan lebih jauh.”

“Kami menentang eskalasi. Netanyahu ingin mengalihkan perhatian dari Gaza dan fokus pada konfrontasinya dengan Iran,” tambah Safadi.

Serangan akhir pekan di Iran menyebabkan kerusakan ringan di Israel dan melukai seorang gadis berusia 7 tahun. Sebagian besar rudal dan drone ditembak jatuh oleh sistem pertahanan Iron Dome Israel dan dengan bantuan dari AS, Inggris, Prancis, dan Yordania.

Menurut sumber militer yang dilaporkan oleh kantor berita Iran, Fars, Iran – yang menyebut serangannya sebagai tindakan membela diri setelah serangan mematikan Israel terhadap konsulatnya di Suriah – memperingatkan Yordania bahwa mereka bisa menjadi “target berikutnya”.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Video: Iran Eksekusi Intel Mossad, Ini Informasi Rahasianya!


(luc/luc)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *